Pendidikan dan Pengajaran dengan Semangat Ki Hadjar Dewantara.

 Tulisan Refleksi Kritis Mulai dari Diri

* Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia, beliau berpandangan pendidikan adalah menyangkut upaya memahami dan menga
yomi kebutuhan peserta didik sebagai subyek pendidikan. Dalam konteks ini, pendidik memiliki tugas untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik, menawarkan pengetahuan kepada peserta didik dalam suatu dialog yang bertujuan untuk memantik dan mengungkapkan gagasan-gagasan peserta didik tentang suatu topik tertentu sehingga yang terjadi adalah pengetahuan tidak ditanamkan secara paksa tetapi ditemukan, diolah dan dipilih oleh siswa sesuai dengan kodrat alamnya. Jadi, Ki Hajar Dewantara memaknai pendidikan sebagai aktivitas mengasuh.

Sedangkan pengajaran menurut Ki Hajar Dewantara harus berdasarkan semangat kebudayaan, tidak hanya mengutamakan intelektualisme dan individualisme. Sehingga tumbuh rasa kekeluargaan dalam masyarakat. Pengajaran juga harus bersemangat keluhuran budi manusia, mendidik ke arah kecerdasan budi pekerti atau pembangunan karakter yaang kuat dan pengajaran harus mendidik ke arah kekeluargaan. Oleh karena itu Ki Hajar Dewantara menakankan pengajaran pendidikan nasional harus selaras dengan penghidupan dan kehidupan bangsa agar semangat cinta tanah air terpelihara.

Jadi, pendidikan dan pengajaran menurut Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan dan pengajaran yang memperhatikan kodrat alam, kemerdekaan, kemanusiaan, kebudayaan dan kebangsaan. Pembelajaran yang terjadi adalah pembelajaran dengan siapa saja, kapan saja dan dimana saja.

* Relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini adalah sangat relevan. Dimana, pemikiran kritis di masa perjuangan dari Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan dan pengajaran yang memperhatikan kodrat alam, kemerdekaan, kemanusiaan, kebudayaan dan kebangsaan sangat tepat diterapkan saat ini secara nasional. Dimana, dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat pendidik harus berperang dengan pengaruh negatifnya yang berpengaruh terhadap budaya manusia. Membangkitkan kembali semangat kebangsaan dalam pendidikan sangat penting dilaksanakan di tengah menurunnya semangat kebangsaan, terlebih di masa pandemi Covid-19. Pemikiran Ki Hajar Dewantara patut dijadikan dasar yang kokoh untuk dunia pendidikan nasional saat ini. Relevansinya dengan kurikulum saat ini adalah diterapkannya 4C, yaitu siswa diharapkan mampu berpikir kritis, mampu berkolaborasi, mampu mengembangkan diri dengan kreatifitas, dan mampu berkomunikasi dengan baik dengan siapa saja.

Di sekolah saya, kurikulum sekolah memuatpengembangan diri dan ekstra kurikuler yang mengarah pada pengembangan kodrat anak, kemerdekaan belajar, kemanusiaan, kebudayaan, dan semangat kebangsaan. Namun di tengah pandemi Covid-19 ini, semua tidak bisa dilakukan dengan maksimal. Namun kami sebagai warga sekolah tidak tinggal diam, semangat pendidikan dan pengajaran dari Ki Hajar Dewantara kami terapkan secara perlahan kepada peserta didik melalui pembelajaran dari rumah. Senantiasa mengajak siswa untuk belajar dengan baik, mengajak ikut merasakan keprihatinan terhadap kondisi bangsa saat ini dan penyambutan hari kemerdekaan RI yang direncanakan secara virtual. Sekolah menjadi kunci transfer semangat pemikiran Ki Hajar Dewantara.

* Saya merasa sudah melaksanakan pemikiran Ki Hajar Dewantara, namun belum maksimal. Dengan kurikulum sekolah dan visi misi sekolah, perlahan mulai membuat saya merasa merdeka dalam pembelajaran, terlebih semangat peserta didik yang luar biasa. Saya menjalankan aktivitas sebagai guru di SDN 1 Semarapura Tengah, merasa sudah mulai tumbuh kemerdekaan dalam pembelajaran, sekolah memberikan ruang gerak yang terbuka terhadap pengembangan pembelajaran yang saya ampu. Disaat seperti inilah diperlukan sumbangsih pemikiran dan semangat guru kepada siswa yang belajar di tengah pandemi.


2. Harapan dan Ekspektasi

Ungkapkan Harapan dan Ekspektasi Anda terkait dengan pembelajaran pada modul ini.

* Harapan saya setelah mempelajari modul ini adalah saya lebih memahami pemikiran Ki Hajar Dewantara, mampu meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam pembelajaran, dan mampu mengaplikasikannya dalam pembelajaran di sekolah nantinya.

* Harapan saya pada peserta didik saya nantinya adalah, dengan menerapkan pemikiran Ki Hjaar Dewantara dengan baik pada peserta didik nantinya peserta didik mampu mengembangkan dirinya dengan rasa merdeka, mengembangkan dirinya dalam bidang kemanusiaan, mengembangkan dirinya dalam bidang kebudayaan dan berprestasi secara akademik dan non akademik.

* Kegiatan dan materi yang saya harapkan adalah benar-benar terjadinya aktivitas pembelajaran yang memanfaatkan pemikiran kritis Ki Hajar Dewantara. Manfaat yang saya harapkan ada dalam modul ini adalah terjadinya perubahan dalam diri saya terkait pemikiran kritis Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan dan pengajaran.

 

Komentar