DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN
CGP
:
Ketut Anik Artadi
Pendamping
Praktik : I Gusti Lanang Gede Putra
Astawa
Fasilitator : I Wayan Suandi
Om
Swastyastu,
Salam
dan Bahagia, Salam Guru Penggerak.
Bergerak,
Tergerak, Menggerakkan, Indonesia Maju.
Sebelum
saya menyampaikan Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1.a.7, mohon ijin
menyampaikan ringkasan materi tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin
pembelajaran.
Dalam
setiap institusi baik sekolah maupun unit terkecilnya yaitu kelas sudah tentu
memiliki pemimpin yang bertanggung jawab mengelola arah institusi yang
dipimpinnya. Keberhasilan seorang pemimpin dapat dilihat dari bagaimana ia
mengidentifikasi permasalahan, mengelola pemecahan,dan membuat keputusan yang
efektif sesuai data yang diperoleh. Arah kebijakan yang diputuskan oleh
pemimpin pembelajaran secara langsung akan berdampak pada mutu dan kualitas
siswa. Pada praktiknya, seorang pemimpin akan berhadapan dengan bermacam
persoalan yang menyangkut invidu maupun masyarakat, situasi yang bertentangan
dengan peraturan, dan memiliki dampak jangka pendek maupun jangka panjang.
Untuk
mengambil sebuah keputusan yang tepat sebagai seorang pemimpin pembelajaran,
kita harus memperhatikan beberapa prinsip, paradigma, dan langkah-langkah
pengambilan keputusan sebagai berikut:
A.
DILEMA ETIKA DAN BUJUKAN MORAL
Dalam
menjalankan tugas sebagai pemimpin pembelajaran, seringkali kita dihadapkan
pada pilihan yang sulit. Perlu kita ketahui, permasalahan dapat merupakan
dilema etika atau bujukan moral.
Dilema
Etika (benar vs benar) merupakan situasi yang terjadi ketika seseorang
harus memilih antara dua pilihan dimana kedua pilihan secara moral benar tetapi
bertentangan.
Bujukan
Moral (benar vs salah) merupakan situasi yang terjadi ketika nilai yang
dipertentangkan adalah benar-salah.
B.
TIGA PRINSIP PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Dalam
pengambilan sebuah keputusan ada tiga prinsip yang melandasinya dimana ketiga
prinsip ini seringkali membantu dalam menghadapi pilihan-pilihan yang penuh
tantangan, dan harus dihadapi pada dunia saat ini. Ketiga prinsip tersebut
yaitu.
Berpikir
Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking). Prinsip ini dimaksudkan bahwa
keputusan yang dilakukan karena itu yang terbaik untuk kebanyakan orang
Berpikir
Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking). Prinsip yang dimaksud adalah
bahwa keputusan yang diambil berdasarkan peraturan berdasarkan prinsip dan
aturan- aturan yang telah ditetapkan
Berpikir
Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking). Keputusan yang diambil dengan
memikirkan " apa yang anda harapkan orang lain lakukan terhadap
anda". Sebagai pemimpin pembelajaran, kita memberikan empati terhadap
permasalahan yang dihadapi.
C.
EMPAT PARADIGMA DILEMA ETIKA
Pengalaman
kerja di dalam bidang pendidikan seringkali kita dihadapkan dalam situasi
dilema etika. Ketika kita menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai
kebajikan mendasari yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang,
kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan
penghargaan akan hidup. Secara umum paradigma yang terjadi pada situasi dilema
etika yang bisa dikategorikan seperti di bawah ini.
Individu
lawan masyarakat (individual vs community). Dalam paradigma ini ada
pertentangan antara individu yang berdiri sendiri melawan sebuah kelompok yang
lebih besar di mana individu ini juga menjadi bagiannya. Konflik yang terjadi
bisa antara kepentingan pribadi melawan kepentingan orang lain, atau kelompok
kecil melawan kelompok besar.
Rasa
keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy). Dalam paradigma ini ada
pilihan antara mengikuti aturan tertulis atau tidak mengikuti aturan
sepenuhnya. Pilihan yang ada adalah memilih antara keadilan dan perlakuan yang
sama bagi semua orang di satu sisi, dan membuat pengecualian karena kemurahan
hati dan kasih sayang, di sisi lain
Kebenaran
lawan kesetiaan (truth vs loyalty). Kejujuran dan kesetiaan seringkali
menjadi nilai-nilai yang bertentangan dalam situasi dilema etika. Kadang kita
perlu untuk membuat pilihan antara berlaku jujur dan berlaku setia (atau
bertanggung jawab) kepada orang lain. Apakah kita akan jujur menyampaikan
informasi berdasarkan fakta atau kita menjunjung nilai kesetiaan pada profesi,
kelompok tertentu, atau komitmen yang telah dibuat sebelumnya.
Jangka
pendek lawan jangka panjang (short term vs long term). Paradigma ini
paling sering terjadi dan mudah diamati. Kadang perlu untuk memilih antara yang
kelihatannya terbaik untuk saat ini dan yang terbaik untuk masa yang akan
datang.
D.
KONSEP PENGAMBILAN DAN PENGUJIAN KEPUTUSAN
Setelah
memperhatikan dilema etika, prinsip, dan paradigma pengambilan keputusan, maka
yang harus diperhatikan dalam pengujian keputusan antara lain:
1. Mengenal
nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini
2.
Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.
3.
Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini
4.
Pengujian benar atau salah yaitu dengan Uji legal, Uji Regulasi/Standar
Profesional, Uji Intuisi, Uji Halaman Depan Koran, dan Uji
Panutan/Idola
5.
Pengujian Paradigma Benar lawan Benar
6.
Melakukan Prinsip Resolusi
7.
Investigasi Opsi Trilema
8.
Buat Keputusan
9.
Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan
Setelah memahami materi modul 3.1 di atas,berikut pertanyaan pemandu beserta jawaban terkait tugas Demonstrasi kontekstual pada modul 3.1
1. Bagaimana Anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang Anda dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal Anda?
Jawaban: Untuk dapat mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang saya dapat di program guru penggerak pada sekolah dan lingkungan saya adalah terlebih dahulu saya akan berkoordinasi dengan teman sesama CGP di sekolah saya. Setelah itu saya bersama teman CGP akan berkoordinasi dengan Kepala Sekolah terkait rencana tindak lanjut dari modul 3.1 Ketiga, kami akan mensosialisasikan materi yang kami dapat di dalam modul kepada teman-teman di sekolah dan menerapkan pengalaman kami dalam modul 3.1 dalam praktik pengambilan keputusan pada kasus yang terjadi di sekolah?
2. Apa langkah-langkah awal yang akan Anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?
Jawaban
:
Langkah awal yang saya akan lakukan adalah memulai dari diri saya sendiri. Dalam menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip resolusi, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Dengan menerapkan materi yang saya dapat di modul 3.1 akan menjadi modal bagi saya untuk mengambil keputusan yang tepat baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Langkah untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran adalah menganalisis kasus tersebut apakan dilema etika apa bujukan moral, selanjutnya ketika kasus tersebut merupakan dilema etika maka untuk mengambil keputusan saya akan menerapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan yang diantaranya mengenal nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini, menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini , pengujian benar atau salah , pengujian paradigma benar lawan benar, melakukan prinsip resolusi, investigasi opsi trilemma, buat keputusan dan lihat lagi keputusan dan refleksikan.
3. Mulai kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana Anda, sehingga Anda tidak lupa.
Jawaban: Saya akan menerapkan langkah-langkah tersebut di atas segera setelah saya masalah yang saya hadapi, dan akan saya lakukan dengan segera dalam aksi nyata. Dari pengalaman kita bekerja kita pada sekolah tempat kita bekerja, kita telah mengetahui bahwa dilema etika adalah hal berat yang harus dihadapi dari waktu ke waktu.Saya akan berkoordinasi dengan rekan CGP, berusaha berbagi mencari pemecahan dari permasalahan yang kami hadapi di sekolah. Kemudian kami akan mensosialisasikan pengalaman dan pembelajaran yang kami dapat kepada teman-teman di sekolah melalui aksi nyata berbagi dalam seminar ataupun melalui percakapan tidak resmi.
4. Siapa yang akan menjadi pendamping Anda, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseorang yang akan menjadi teman diskusi Anda untuk menentukan apakah langkah-langkah yang Anda ambil telah tepat dan efektif
Jawaban :
Lingkugan kerja saya di SDN 1 Semarapura Tengah sangat mendukung program pendidikan Calon Guru Penggerak. Keuntungan bagi saya dalam menjadi seorang calon guru penggerak adalah situasi kondusif untuk berbagi saling mengguatkan seputaran pengambilan keputusan yang akan saya lakukan. Yang paling awal saya dekati adalah rekan sesama CGP di sekolah yang akan saya ajak merancang program yang akan kami bagi bersama teman-teman lain di sekolah. Kedua, adalah mengajak teman-teman di komunitas praktisi di sekolah yang merupakan tempat berbagi pengetahuan yang saya dapatkan di Pendidikan Calon Guru Penggerak. Terakhir adalah Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab kegiatan kami di sekolah.
Demikianlah yang dapat saya tuliskan
terkait tugas demostrasi kontekstual modul 3.1 menjadi Pengambilan Keputusan
Sebagai Pemimpin Pembelajaran, semoga bermanfaat.
Om Santi, Santi, Santi Om
Salam dan Bahagia
Komentar
Posting Komentar